Sabtu, 20 Juli 2013
01.41
Fuad-Sauqi
MENJADI seorang guru dengan prestasi internasional, tidak semua orang bisa menggapainya.
Salah satunya ada pada diri Fuad Sauqi, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Kementerian Agama Kota Kupang ini.
Sebagai wasit taekwondo di NTT, segudang prestasi diraihnya dalam berbagai kejuaraan nasional.
Bahkan untuk saat ini, dialah satu-satunya wasit taekwondo kategori poomsae di Indonesia Timur. Hal itu tidak membuatnya lupa diri dan sombong.
Prestasi sebagai wasit, diawali dari kesukaannya terhadap cabang olahraga taekwondo semasa menekuni pendidikan tinggi di Makassar tahun 1989. Dari niat kuat belajar dan menekuni cabang olahraga taekwondo, akhirnya pria kelahiran Bima NTB yang sudah menjadi orang Kupang ini, meraih segudang prestasi yang membanggakan keluarga, sekolah dan daerah.
Predikat prestasi wasit terbaik dimulai dari 2005 di Bandung masuk 10 besar yang dipercaya memimpin pertandingan dalam kejuaran Pekan Olahraga Mahasiswa.
Dengan pengalaman ini, tahun 2008 pria kelahiran 14 Januari 1971 ini ikut seleksi wasit di Cilodong dan lolos seleksi memimpin PON XVII tahun 2008 di Kalimantan Timur.
Fuad Sauqi menyadari bahwa keberhasilan dia tidak lepas dari doa dan dukungan orangtua, istri anak, pengurus TI NTT, sesama wasit dan masyarakat NTT. Sabeum Fuad juga terpilih menjadi wasit terbaik bersama wasit lain dari DKI Jakarta, Manado dan Jawa Barat untuk mengikuti diklat wasit internasional kyorugi di Malaysia. Juni 2013 di Yogyakarta, Sabeum Fuad juga terpilih menjadi wasit terbaik kategori kyorugi dalam kejuaraan Best of The Best Taekwondo Internasional di Yogyakarta yang diikuti 24 negara.
Beberapa pengalaman suami Rahmatia Matutu ini dalam memimpin kejuaraan taekwondo di tingkat nasional yakni memimpin Kejurnas Taekwondo Yunior di Surabaya, Kejurnas Ambassador Jakarta, Pra PON XVII Samarinda, Pimpin PON XVII Samarinda, Piala Presiden, POPPKI Jakarta, Kejurnas Magelang, Atmajaya Internasional Open, Kejurnas Malang, Kejurnas Pelajar Bogor, Open Pangkosek Biak, Pra PON XVIII Riau, Kejurwil di Makassar, Semarang, Bukit Tinggi, Banjarmasin, Jaya Pura, Best of The Best Jakarta, Kejurwil Surabaya, Medan, dan Best of The Best Yogyakarta.
Di balik prestasi gemilang itu, ternyata sebelumnya Fuad Sauqi taekwondoin yang mengasah kemampuan di Makassar, Sulawesi Selatan. Di sana pria yang hobi bulu tangkis ini pernah meraih dua medali emas bagi almamaternya Institut Islam Negeri Makassar.
Sepulangnya ke Kupang tahun 1996 dan menjadi pengajar di MAN Model, kemampuan taekwondo mulai dikembangkan dengan dukungan semua pelatih, dan pengurus TI NTT (Alm) SK Lerik, Hary Teofilus, dan Ary Moelyadi serta para pengurus lain.ketekunannya dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat Fuad Sauqi berhasil memetik hasilnya.
Namun prestasi ini terus menjadi motivasi kuat agar kelak bisa memimpin kejuaraan taekwondo bertaraf internasional. Untuk itu tahun depan dia akan meningkatkan kemampuan wasit dengan mengikuti diklat wasit taekwondo Internasional.
Sabeum Dan IV ini, berterima kasih kepada Kepala MAN Model Kupang Kementerian Agama Provinsi NTT Hj Sukarsini dan seluruh perangkat yang memberi dukungan penuh dalam menekuni taekwondo NTT.
Kamis, 04 Juli 2013
16.21
Alhmdulillah....puncak acara peringatan hari jadi MAN Kupang Ke 23 kemarin tanggal 01 Juli 2013 berjalan dengan lancar, walopun banyak hambatan tehnis, tapi semua bisa diatasi.
semua cabang lomba yang diperlombakan telah selesai. Mulai dari lomba Futsal, Da'i & Da'iyah, Fashion Show, Band antar pelajar SMP/MTs dan SMA/MA, SMK. Semua bisa terlaksana berkat kerjasama para panitia HUT MAN Kupang, para Guru, Official, dan Sponsor yang telah mensponsori acara tersebut.
Langganan:
Komentar (Atom)